William
Sylvester Harley
William Sylvester Harley lahir 29 Desember 1880, di Milwaukee,
Wisconsin Amrika Serikat. William Harley sangat ambisius, dengan penglihatan
yang baik dalam bidang bisnis, Harley memulai karirnya pada usia 15 ketika ia
mulai berkerja di sebuah pabrik sepeda. William Harley menaruh minat dalam
pengembangan awal dari sepeda, yang memicu daya tarik tentang mekanik dan
rekayasa. Dengan temannya Arthur Davidson,
ia mulai perlengkapan sepeda dengan mesin bermotor. Bekerja dengan Arthur Davidson
yang merupakan teman masa kecilnya itu, sama seperti Harley, Arthur Davidson
juga memiliki pikiran dalam bidang mekanik. Keduanya juga berbagi minat yang
mendalam tentang sepeda dan yakin mereka bisa menciptakan jenis baru sepeda
mekanik yang akan lebih mudah untuk digunakan.
Harley-Davidson Motor Company
Harley-Davidson Motor Company adalah pembuat sepeda motor Amerika Serikatyang
bermarkas di Milwaukee,
Wisconsin, United States. Perusahaan ini adalah salah satu dari 3
perusahaan pembuat sepeda motor Amerika yang masih tersisa, sisanya lagi adalah
Victory) dan Sepeda Motor Cleveland & Cyclewerks).
Perusahaan Harley Davidson sempat menjadi penghasil sepeda motor terbesar di
dunia selama periode akhir Perang Dunia I hingga tahun
1928. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1903 oleh William S. Harley dan Arthur Davidson.
ORGANISASI
Mereka memulai mengoperasikan perusahaan Harley Davidson Motor Company
dari sebuah gudang kecil di halaman belakang keluarga Davidson. Nama Harley
dipasang di awal karena ide asli datang dari pemikirannya tentang sepeda motor.
Pada tahun pertama, perusahaan menghasilkan tiga sepeda, yang termasuk sepeda
engkol dan pedal serta motor satu silinder. Selama beberapa tahun ke depan, perusahaan
menyempurnakan ide sepeda motor dan menarik bisnis baru. Pada tahun 1909,
perusahaan memiliki pabrik sendiri, mempekerjakan 35 pekerja dan menghasilkan
lebih dari seribu sepeda motor per tahun. Di balik perkembangan perusahaan,
William Harley adalah seorang perfeksionis yang menciptakan dan memasang mesin
dua-silinder sepeda motor pertama di dunia. Ia melakukannya pada tahun 1907,
dan hanya dalam beberapa tahun kemudian, kemudian dipatenkan menjadi mesin
V-Twin yang kemudian meroket dan membantu pertumbuhan produksi perusahaan
menjadi 3.200 sepeda dalam setahun. Selama beberapa dekade berikutnya
Harley-Davidson terus melihat dorongan besar dalam penjualan dan popularitas.
saat AS ikut serta pada Perang Dunia I. Tak tanggung-tanggung, Militer AS pun berani
untuk memasukannya dengan jumlah sepertiga dari total 70.000 unit sepeda motor
yang dibutuhkan selama perang. Pilihan itu pun tepat, karena sepeda motor
Harley-Davidson dapat mempermudah pasukan AS dalam melakukan pengintaian dan
pengantaran logistik ke garis terdepan medan pertempuran.
KEPEMIMPINAN
Bertekad untuk membuat kehidupan yang lebih
baik bagi dirinya sendiri, Harley kemudian berangkat untuk kuliah, ia adalah
orang yang pertama dalam keluarganya yang kuliah dan akhirnya meraih gelar di
bidang teknik mesin dari University of Wisconsin-Madison pada tahun 1907.
Setelah selesai menimba ilmu, Harley kemudian
kembali ke Milwaukee setelah kuliah dan mulai bekerja kembali dengan Davidson
untuk memenuhi impian mereka untuk membangun sepeda bermotor.
Mereka memulai mengoperasikan perusahaan
Harley Davidson Motor Company dari sebuah gudang kecil di halaman belakang
keluarga Davidson. Nama Harley dipasang di awal karena ide asli datang dari
pemikirannya tentang sepeda motor. Pada tahun pertama, perusahaan menghasilkan
tiga sepeda, yang termasuk sepeda engkol dan pedal serta motor satu silinder.
Selama beberapa tahun ke depan, perusahaan
menyempurnakan ide sepeda motor dan menarik bisnis baru. Pada tahun 1909,
perusahaan memiliki pabrik sendiri, mempekerjakan 35 pekerja dan menghasilkan
lebih dari seribu sepeda motor per tahun.
Di balik perkembangan perusahaan, William
Harley adalah seorang perfeksionis yang menciptakan dan memasang mesin
dua-silinder sepeda motor pertama di dunia. Ia melakukannya pada tahun 1907,
dan hanya dalam beberapa tahun kemudian, kemudian dipatenkan menjadi mesin
V-Twin yang kemudian meroket dan membantu pertumbuhan produksi perusahaan
menjadi 3.200 sepeda dalam setahun.
William S. Harley yang berusia 22 menyusun rencana untuk membuat mesin
kecil dengan mengganti dari roda gaya 7.07 inci kubik (116 cc) dan empat inci
(102 mm). Mesin ini dirancang untuk digunakan dalam bingkai pedal-sepeda biasa.
Selama dua tahun berikutnya, Harley dan teman masa kecilnya Arthur Davidson
menggarap sepeda motor mereka menggunakan mesin dari toko Milwaukee di rumah
teman mereka, Henry Melk. Pekerjaan mereka selesai pada tahun 1903 dengan
bantuan kakak Arthur, Walter Davidson. Setelah pengujian-siklus daya yang
mereka lakukan, Harley Davidson dan saudara-saudaranya merasa mampu
memanjat perbukitan di sekitar Milwaukee tanpa bantuan pedal. Mereka dengan cepat
mencatat sepeda motor pertama mereka sebagai eksperimen pembelajaran yang
berharga. Pada tahun-tahun berikutnya harley terus mengembangkan mesin-mesin
buatan mereka hingga pada tahun 1913, Harley telah berhasil memproduksi 16.284
mesin dan mendominasi balap sepeda motor papa tahun berikutnya. Memasuki Perang
Dunia I di tahun 1917, militer meminta sepeda motor untuk kepentingan
berperang. Sepeda motor Harley digunakan oleh militer di Pancho Villa
Expedition namun perang tersebut menjadi momen pertama kalinya motor Harley
diadopsi untuk bertempur. Saat itu disediakan sekitar 15.000 mesin untuk
pasukan militer selama Perang Dunia I. Pada Perang Dunia II, Harley lagi-lagi
menyediakan sepeda motor untuk militer dengan versi khusus 45 inchi kubik (740
cc) WL line, yang disebut WLA.
KOMUNIKASI
Para eksekutif diminta untuk menghabiskan
waktu di lapangan bersama pelanggan dan membawa wawasan yang mereka dapatkan
dari interaksi dengan pelanggan itu ke perusahaan sebagai dasar pengambilan
keputusan strategis perusahaan. Strategi dekat dengan pelanggan ini
dikodifikasikan dalam filosofi operasi Harley-Davidson dan diperkuat selama
orientasi karyawan baru. Keputusan di semua tingkatan didasarkan pada perspektif
komunitas, dan perusahaan mengakui bahwa komunitas adalah i pemilik merek yang
sah.
Strategi komunitas Harley ini didukung oleh
desain ulang organisasi yang radikal. Silo fungsional diganti dengan tim
kepemimpinan senior yang berbagi tanggung jawab dalam pengambilan keputusan di
tiga gagasan wajib, yakni menciptakan demand, menghasilkan produk, dan
memberikan dukungan. Selanjutnya, perusahaan membentuk organisasi yang berdiri
sendiri yang melaporkan langsung kepada presiden untuk memformalkan dan memelihara
hubungan perusahaan-masyarakat melalui klub keanggotaan Harley Owners Group
(H.O.G.). Sebagai hasil dari struktur organisasi ini, kegiatan
pembangunan komunitas diperlakukan tidak semata-mata sebagai biaya pemasaran
tetapi sebagai investasi yang didukung seluruh perusahaan.
PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
Awal 1980-an ketika kendaraan bermotor Jepang
menyerbu pasar Amerika Serikat, pabrikan motor Amerika kewalahan, termasuk
Harley-Davidson. Tahun 1983, Pemerintah AS memberlakukan tarif 45% untuk sepeda
motor yang diimpor pada tahun 1983 secara bertahap selama 5 tahun ke depan.
Sejak itulah Harley-Davidson perlahan tetapi efektif berhasil mendapatkan
kembali kekuatannya.
Selain iklim perlindungan yang berikan,
kekuatan Harley terbangun kembali berkat beberapa upaya operasional dan
pemasaran yang khas, seperti penerapan sistem Just-In-Time Toyota (disebut MAN
- Material As Needed) dan penciptaan komunitas Harley Owners Group (HOG). Dua
puluh lima tahun kemudian, perusahaan masuk dalam jajaran 50 merek global
paling top dengan nilai $ 7,8 miliar.
Tahun 1985, manajemen Harley merumuskan ulang
strategi kompetitif dan model bisnis mereka di sekitar filosofi komunitas
merek. Selain mengubah program pemasarannya, Harley-Davidson memperlengkapi
kembali setiap aspek organisasinya — mulai dari budaya hingga prosedur operasi
dan struktur tata kelola — untuk mendorong strategi komunitasnya.
Manajemen Harley mengakui bahwa merek telah
berkembang sebagai fenomena berbasis komunitas. "Persaudaraan"
pengendara, digabung dengan etos bersama, menawarkan dasar untuk mereposisi
strategis Harley sebagai produsen sepeda motor yang memahami bikers dengan cara
mereka sendiri. Untuk memperkuat posisi yang berpusat pada komunitas ini dan
memantapkan hubungan antara perusahaan dan pelanggannya, Harley mengelola
sendiri semua kegiatan yang melibatkan masyarakat dengan karyawan daripada
menyerahkannya kepada pihak lain.
Bagi karyawan, kontak yang teratur dan dekat
dengan orang-orang yang mereka layani menambah arti bagi pekerjaan mereka
sehingga tugas akhir pekan mereka untuk secara rutin menarik lebih banyak
sukarelawan melebihi dari yang biasa mereka kerjakan. Banyak karyawan menjadi
pengendara, dan banyak pengendara bergabung dengan perusahaan.
Berawal Dengan
Mesin 60 cc
HARLEY dan Davidson memulai perjalanan
panjang ini pada 1903, ketika usia mereka masih di awal 20-an. Hasil perdana
utak-atik dua anak muda ini adalah mesin satu silinder dengan kapasitas 60 cc.
Bisa jalan dan berhasil melahap tanjakan dengan gampang. Belakangan, karena
sukses ini, dua saudara Arthur, Walter dan William Davidson, ikut
bergabung. Dua tahun kemudian, mereka sepakat melembagakan usahanya itu ke
dalam Harley-Davidson Motorcycles Co.
Ketika berdiri, perusahaan itu baru
memproduksi tiga unit motor. Ketiga motor itu dihasilkan dari ''pabrik'' di
halaman rumah milik keluarga Davidson. Yang disebut pabrik itu adalah gubuk
kecil di belakang rumah keluarga Davidson. Pada 1906, perusahaan itu
pindah ke Juneau Avenue, menempati ruangan lebih luas. Karena lebih leluasa,
tahun itu Harley-Davidson bisa menghasilkan 150 unit motor. Kebanyakan motor
mereka dibeli kepolisian setempat. Alasannya, motor Harley-Davidson bisa dipacu
dengan kecepatan cukup tinggi, dan lincah.
Enam tahun setelah berdiri, Harley-Davidson
memperkenalkan mesin dua silinder konfigurasi V dengan sudut 45 derajat.
Kapasitas mesin itu 49,5 kubik inci (sekitar 790 cc) dan mampu menghasilkan
sekitar tujuh tenaga kuda. Dengan mesin itu, kecepatan 60 mil per jam bisa
dicapai. Ketika itu, Harley-Davidson tak mengira mesin model itu bakal jadi
salah satu ciri khas produk mereka.
Tahun yang sama, Harley-Davidson berhasil
menerobos angka produksi 1.000 unit, tepatnya 1.149 unit. Persaingan dari
pabrik lain mulai terasa, dua tahun kemudian. Rupanya, sukses Harley-Davidson
menjadi inspirasi bagi pabrik lain untuk memulai usaha. Pada 1911, paling tidak
muncul sekitar 150 merek motor. Mereka tentu jadi pesaing Harley-Davidson,
walaupun tak berat-berat betul. Buktinya, Harley-Davidson tak sulit menambah
produksi. Pada 1913, ketika pabrik sudah diperluas, produksi Harley-Davidson
hampir mencapai 13.000 unit. Jumlah itu bertambah lagi selama periode 1916
sampai 1918, menjadi sekitar 20.000 unit. Ini terutama karena Pemerintah
Amerika Serikat memesan kendaraan roda dua untuk keperluan Perang Dunia I.
SIKAP MENGHADAPI TANTANGAN
Menaklukan The
Great Depression
MEMASUKI 1920-an, Harley-Davidson menjadi
pabrik motor terbesar di dunia, dengan jumlah produksi 28.189 unit. Untuk
memasarkan produknya itu, Harley-Davidson punya agen di 67 negara. Pada dekade
ini, Harley-Davidson memperkenalkan sejumlah inovasi. Kapasitas mesin V
dikembangkan menjadi 74 inci kubik (sekitar 1.184 cc). Tangki bensin desain
tetes air mata diperkenalkan pada 1925. Pada 1928, motor Harley-Davidson mulai
dilengkapi rem depan. Semua prestasi itu cukup menjadi modal Harley-Davidson
dalam menghadapi The Great Depression, resesi ekonomi 1933. Walau jumlah
produksi menurun sampai 3.700 unit, Harley-Davidson mampu bertahan. Pembuat
motor lain yang juga bertahan adalah Indian. Perusahaan ini kemudian menjadi
satu-satunya pesaing Harley-Davidson hingga 1950-an.
Ketika depresi selesai, Harley-Davidson
langsung tancap gas. Mereka memperkenalkan model EL dengan mesin berkapasitas
976 cc. Model mesin seperti ini populer dengan sebutan Knucklehead. Dengan
Knucklehead, Harley-Davidson perlahan bangkit. Pada 1936, jumlah produksi
Harley-Davidson mencapai 9.812 unit. Perang Dunia II membawa berkah tersendiri,
sekaligus menjadi tonggak sejarah baru bagi Harley-Davidson. Setelah Jepang
menyerang Pearl Harbour, seluruh kemampuan produksi Harley-Davidson
dialokasikan untuk menghasilkan motor bagi kepentingan pasukan Sekutu.
Kebutuhan konsumen sipil ditinggalkan sama sekali. Selama 1941-1945, sekitar
90.000 unit Harley-Davidson seri WML dibuat. Untuk prestasi itu,
Harley-Davidson mendapat medali ''E'' dari Angkatan Laut Amerika Serikat. Usai
perang, Harley-Davidson kembali membuka keran produksi sipilnya. Eh, ternyata
banyak veteran perang yang kepincut performa motor itu, dan ingin mengembalikan
romantisme mengendarai Harley-Davidson. Ribuan unit Harley-Davidson, baik
produksi sesudah perang maupun model lama, berpindah ke rumah para veteran,
cikal bakal penggemar fanatik Harley-Davidson.
Bersaing dengan Indian
PADA 1948, produksi Harley-Davidson menjadi
31.163 unit. Tahun itu, Harley-Davidson kembali memperkenalkan inovasi barunya,
yaitu mesin 74 inci kubik yang dilengkapi hydraulic valve lifters dan cylinder
head aluminium. Mesin ini disebut The Panhead karena tutup kepala silindernya menyerupai
penggorengan terbalik. Memasuki 1950-an, generasi kedua keluarga pendiri mulai
menjadi motor penggerak perusahaan itu. Ketika merayakan hari jadi ke-50,
Harley-Davidson tinggal sendirian di pasar motor Amerika. Pesaing
tradisionalnya, Indian, sudah gulung tikar. Pada 1957, Harley-Davidson
memperkenalkan The Sportster, yang disebut-sebut sebagai The Father of
Superbikes, biangnya motor besar. Setahun kemudian, Harley-Davidson
memperkenalkan Duo Glide, yang menggunakan suspensi belakang hidrolik untuk
melengkapi suspensi depan yang menggunakan model garpu.
Berikutnya, pada 1963, Harley-Davidson
mengadopsi penggunaan fiberglass ke dalam motor-motornya. Untuk keperluan ini,
mereka membeli 60% saham Tomahawk Boat Manufacturing Co, produsen fiberglass di
Wisconsin. Tahun 1950-1960 juga ditandai dengan hadirnya komunitas bikers, yang
memperkenalkan budaya pengendara motor. Mereka gampang dikenali karena
menggunakan jaket kulit, penuh tato, dan berambut panjang. Citra Wild Ones ini
diperkenalkan Marlon Brando lewat film berjudul sama. Komunitas resmi
Harley-Davidson sendiri baru didirikan pada 1983, dengan nama Harley Owner
Group (HOG). Ini menjadi komunitas pemilik Harley-Davidson terbesar yang
disokong langsung oleh produsen. Saat ini, jumlah anggota HOG mendekati satu
juta orang di seluruh dunia.
Masa Gelap Akibat Merger
Pada 1965, Harley-Davidson masuk bursa. Empat
tahun kemudian, American Machine and Foundry (AMF) melakukan merger dengan
Harley-Davidson. Namun, masa merger ini dianggap sebagai masa paling gelap
dalam sejarah Harley-Davidson. Pasalnya, pada 1970 dan 1980, motor buatan
Jepang yang harganya sangat murah memasuki pasar. Ketika Honda, Kawasaki, dan
Suzuki masuk pasar Amerika Serikat, pangsa pasar Harley-Davidson turun drastis.
Dari semula 80% pada 1969, menjadi 20% sepuluh tahun kemudian. Penurunan pangsa
pasar itu membuat gerah sejumlah eksekutif Harley-Davidson. Mereka pun mencari
jalan untuk menyelamatkan perusahaan.
Untuk mengembalikan Harley-Davidson ke
khitahnya, mereka mengajukan proposal ke Citicorp. Dengan sokongan dana US$ 80
juta dari Citicorp, mereka membeli kembali saham yang dikuasai AMF (Citicorp
menjual saham itu ke Heller-Financial Corporation pada 1986). Konsep dan
filosofi produksi dan jualan Harley-Davidson pun diperbaiki. Semula, motor
Harley-Davidson adalah produk yang terjangkau dan mudah dipakai serta
dimodifikasi. Itu diubah dengan menjadikan Harley-Davidson produk mahal dan
onderdilnya sulit dicari. Untuk mengganti lampu belakang, misalnya, pemilik
motor Harley-Davidson tak bisa cuma membeli batoknya. Tapi harus membeli
keseluruhan sepatbornya. Selain Marlon Brando, sejumlah selebriti menjadikan
motor Harley-Davidson bagian dari penampilan mereka. Baik di layar lebar, layar
kaca, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pada 1956, Elvis Presley, si Raja
Rock 'n' Roll, dan sebuah motor Harley-Davidson menjadi sampul majalah
Enthusiast.
Pertengahan 1990-an, Arnold Schwarzeneger
tampil dengan Harley-Davidson di film Terminator. Aksi Lorenzo Lamas dan
Harley-Davidson Softail bertangki bensin kuning dengan lidah api merah dalam
film serial Renegade juga menjadi tontonan favorit pada akhir 1990. Aktor Keanu
Reeves juga sempat membagikan 12 unit Harley-Davidson, yang total harganya
mencapai US$ 200.000, kepada semua pemeran pengganti film Matrix Reloaded.
Menurut Reeves, ini merupakan tanda terima kasihnya kepada para stuntman itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar