Selasa, 16 Juli 2019

resume william sylvester harley



William Sylvester Harley


         William Sylvester Harley lahir 29 Desember 1880, di Milwaukee, Wisconsin Amrika Serikat. William Harley sangat ambisius, dengan penglihatan yang baik dalam bidang bisnis, Harley memulai karirnya pada usia 15 ketika ia mulai berkerja di sebuah pabrik sepeda. William Harley menaruh minat dalam pengembangan awal dari sepeda, yang memicu daya tarik tentang mekanik dan rekayasa. Dengan temannya Arthur Davidson, ia mulai perlengkapan sepeda dengan mesin bermotor. Bekerja dengan Arthur Davidson yang merupakan teman masa kecilnya itu, sama seperti Harley, Arthur Davidson juga memiliki pikiran dalam bidang mekanik. Keduanya juga berbagi minat yang mendalam tentang sepeda dan yakin mereka bisa menciptakan jenis baru sepeda mekanik yang akan lebih mudah untuk digunakan.

 Harley-Davidson Motor Company

Harley-Davidson Motor Company  adalah pembuat sepeda motor Amerika Serikatyang bermarkas di Milwaukee, Wisconsin, United States. Perusahaan ini adalah salah satu dari 3 perusahaan pembuat sepeda motor Amerika yang masih tersisa, sisanya lagi adalah Victory) dan Sepeda Motor Cleveland & Cyclewerks). Perusahaan Harley Davidson sempat menjadi penghasil sepeda motor terbesar di dunia selama periode akhir Perang Dunia I hingga tahun 1928. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1903 oleh William S. Harley dan Arthur Davidson.

ORGANISASI

Mereka memulai mengoperasikan perusahaan Harley Davidson Motor Company dari sebuah gudang kecil di halaman belakang keluarga Davidson. Nama Harley dipasang di awal karena ide asli datang dari pemikirannya tentang sepeda motor. Pada tahun pertama, perusahaan menghasilkan tiga sepeda, yang termasuk sepeda engkol dan pedal serta motor satu silinder. Selama beberapa tahun ke depan, perusahaan menyempurnakan ide sepeda motor dan menarik bisnis baru. Pada tahun 1909, perusahaan memiliki pabrik sendiri, mempekerjakan 35 pekerja dan menghasilkan lebih dari seribu sepeda motor per tahun. Di balik perkembangan perusahaan, William Harley adalah seorang perfeksionis yang menciptakan dan memasang mesin dua-silinder sepeda motor pertama di dunia. Ia melakukannya pada tahun 1907, dan hanya dalam beberapa tahun kemudian, kemudian dipatenkan menjadi mesin V-Twin yang kemudian meroket dan membantu pertumbuhan produksi perusahaan menjadi 3.200 sepeda dalam setahun. Selama beberapa dekade berikutnya Harley-Davidson terus melihat dorongan besar dalam penjualan dan popularitas. saat AS ikut serta pada Perang Dunia I. Tak tanggung-tanggung, Militer AS pun berani untuk memasukannya dengan jumlah sepertiga dari total 70.000 unit sepeda motor yang dibutuhkan selama perang. Pilihan itu pun tepat, karena sepeda motor Harley-Davidson dapat mempermudah pasukan AS dalam melakukan pengintaian dan pengantaran logistik ke garis terdepan medan pertempuran.

KEPEMIMPINAN

Bertekad untuk membuat kehidupan yang lebih baik bagi dirinya sendiri, Harley kemudian berangkat untuk kuliah, ia adalah orang yang pertama dalam keluarganya yang kuliah dan akhirnya meraih gelar di bidang teknik mesin dari University of Wisconsin-Madison pada tahun 1907.
Setelah selesai menimba ilmu, Harley kemudian kembali ke Milwaukee setelah kuliah dan mulai bekerja kembali dengan Davidson untuk memenuhi impian mereka untuk membangun sepeda bermotor.
Mereka memulai mengoperasikan perusahaan Harley Davidson Motor Company dari sebuah gudang kecil di halaman belakang keluarga Davidson. Nama Harley dipasang di awal karena ide asli datang dari pemikirannya tentang sepeda motor. Pada tahun pertama, perusahaan menghasilkan tiga sepeda, yang termasuk sepeda engkol dan pedal serta motor satu silinder.
Selama beberapa tahun ke depan, perusahaan menyempurnakan ide sepeda motor dan menarik bisnis baru. Pada tahun 1909, perusahaan memiliki pabrik sendiri, mempekerjakan 35 pekerja dan menghasilkan lebih dari seribu sepeda motor per tahun.
Di balik perkembangan perusahaan, William Harley adalah seorang perfeksionis yang menciptakan dan memasang mesin dua-silinder sepeda motor pertama di dunia. Ia melakukannya pada tahun 1907, dan hanya dalam beberapa tahun kemudian, kemudian dipatenkan menjadi mesin V-Twin yang kemudian meroket dan membantu pertumbuhan produksi perusahaan menjadi 3.200 sepeda dalam setahun.
William S. Harley yang berusia 22 menyusun rencana untuk membuat mesin kecil dengan mengganti dari roda gaya 7.07 inci kubik (116 cc) dan empat inci (102 mm). Mesin ini dirancang untuk digunakan dalam bingkai pedal-sepeda biasa. Selama dua tahun berikutnya, Harley dan teman masa kecilnya Arthur Davidson menggarap sepeda motor mereka menggunakan mesin dari toko Milwaukee di rumah teman mereka, Henry Melk. Pekerjaan mereka selesai pada tahun 1903 dengan bantuan kakak Arthur, Walter Davidson. Setelah pengujian-siklus daya yang mereka lakukan,  Harley Davidson dan saudara-saudaranya merasa mampu memanjat perbukitan di sekitar Milwaukee tanpa bantuan pedal. Mereka dengan cepat mencatat sepeda motor pertama mereka sebagai eksperimen pembelajaran yang berharga. Pada tahun-tahun berikutnya harley terus mengembangkan mesin-mesin buatan mereka hingga pada tahun 1913, Harley telah berhasil memproduksi 16.284 mesin dan mendominasi balap sepeda motor papa tahun berikutnya. Memasuki Perang Dunia I di tahun 1917, militer meminta sepeda motor untuk kepentingan berperang. Sepeda motor Harley digunakan oleh militer di Pancho Villa Expedition namun perang tersebut menjadi momen pertama kalinya motor Harley diadopsi untuk bertempur. Saat itu disediakan sekitar 15.000 mesin untuk pasukan militer selama Perang Dunia I. Pada Perang Dunia II, Harley lagi-lagi menyediakan sepeda motor untuk militer dengan versi khusus 45 inchi kubik (740 cc) WL line, yang disebut WLA.

KOMUNIKASI

Para eksekutif diminta untuk menghabiskan waktu di lapangan bersama pelanggan dan membawa wawasan yang mereka dapatkan dari interaksi dengan pelanggan itu ke perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis perusahaan. Strategi dekat dengan pelanggan ini dikodifikasikan dalam filosofi operasi Harley-Davidson dan diperkuat selama orientasi karyawan baru. Keputusan di semua tingkatan didasarkan pada perspektif komunitas, dan perusahaan mengakui bahwa komunitas adalah i pemilik merek yang sah.
Strategi komunitas Harley ini didukung oleh desain ulang organisasi yang radikal. Silo fungsional diganti dengan tim kepemimpinan senior yang berbagi tanggung jawab dalam pengambilan keputusan di tiga gagasan wajib, yakni menciptakan demand, menghasilkan produk, dan memberikan dukungan. Selanjutnya, perusahaan membentuk organisasi yang berdiri sendiri yang melaporkan langsung kepada presiden untuk memformalkan dan memelihara hubungan perusahaan-masyarakat melalui klub keanggotaan Harley Owners Group  (H.O.G.). Sebagai hasil dari struktur organisasi ini, kegiatan pembangunan komunitas diperlakukan tidak semata-mata sebagai biaya pemasaran tetapi sebagai investasi yang didukung seluruh perusahaan.

PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN

Awal 1980-an ketika kendaraan bermotor Jepang menyerbu pasar Amerika Serikat, pabrikan motor Amerika kewalahan, termasuk Harley-Davidson. Tahun 1983, Pemerintah AS memberlakukan tarif 45% untuk sepeda motor yang diimpor pada tahun 1983 secara bertahap selama 5 tahun ke depan. Sejak itulah Harley-Davidson perlahan tetapi efektif berhasil mendapatkan kembali kekuatannya.
Selain iklim perlindungan yang berikan, kekuatan Harley terbangun kembali berkat beberapa upaya operasional dan pemasaran yang khas, seperti penerapan sistem Just-In-Time Toyota (disebut MAN - Material As Needed) dan penciptaan komunitas Harley Owners Group (HOG). Dua puluh lima tahun kemudian, perusahaan masuk dalam jajaran 50 merek global paling top dengan nilai $ 7,8 miliar.
Tahun 1985, manajemen Harley merumuskan ulang strategi kompetitif dan model bisnis mereka di sekitar filosofi komunitas merek. Selain mengubah program pemasarannya, Harley-Davidson memperlengkapi kembali setiap aspek organisasinya — mulai dari budaya hingga prosedur operasi dan struktur tata kelola — untuk mendorong strategi komunitasnya.
Manajemen Harley mengakui bahwa merek telah berkembang sebagai fenomena berbasis komunitas.  "Persaudaraan" pengendara, digabung dengan etos bersama, menawarkan dasar untuk mereposisi strategis Harley sebagai produsen sepeda motor yang memahami bikers dengan cara mereka sendiri. Untuk memperkuat posisi yang berpusat pada komunitas ini dan memantapkan hubungan antara perusahaan dan pelanggannya, Harley mengelola sendiri semua kegiatan yang melibatkan masyarakat dengan karyawan daripada menyerahkannya kepada pihak lain.
Bagi karyawan, kontak yang teratur dan dekat dengan orang-orang yang mereka layani menambah arti bagi pekerjaan mereka sehingga tugas akhir pekan mereka untuk secara rutin menarik lebih banyak sukarelawan melebihi dari yang biasa mereka kerjakan. Banyak karyawan menjadi pengendara, dan banyak pengendara bergabung dengan perusahaan.
Berawal Dengan Mesin 60 cc
HARLEY dan Davidson memulai perjalanan panjang ini pada 1903, ketika usia mereka masih di awal 20-an. Hasil perdana utak-atik dua anak muda ini adalah mesin satu silinder dengan kapasitas 60 cc. Bisa jalan dan berhasil melahap tanjakan dengan gampang. Belakangan, karena sukses ini, dua saudara Arthur, Walter dan William Davidson, ikut bergabung. Dua tahun kemudian, mereka sepakat melembagakan usahanya itu ke dalam Harley-Davidson Motorcycles Co.
Ketika berdiri, perusahaan itu baru memproduksi tiga unit motor. Ketiga motor itu dihasilkan dari ''pabrik'' di halaman rumah milik keluarga Davidson. Yang disebut pabrik itu adalah gubuk kecil di belakang rumah keluarga Davidson. Pada 1906, perusahaan itu pindah ke Juneau Avenue, menempati ruangan lebih luas. Karena lebih leluasa, tahun itu Harley-Davidson bisa menghasilkan 150 unit motor. Kebanyakan motor mereka dibeli kepolisian setempat. Alasannya, motor Harley-Davidson bisa dipacu dengan kecepatan cukup tinggi, dan lincah.
Enam tahun setelah berdiri, Harley-Davidson memperkenalkan mesin dua silinder konfigurasi V dengan sudut 45 derajat. Kapasitas mesin itu 49,5 kubik inci (sekitar 790 cc) dan mampu menghasilkan sekitar tujuh tenaga kuda. Dengan mesin itu, kecepatan 60 mil per jam bisa dicapai. Ketika itu, Harley-Davidson tak mengira mesin model itu bakal jadi salah satu ciri khas produk mereka.
Tahun yang sama, Harley-Davidson berhasil menerobos angka produksi 1.000 unit, tepatnya 1.149 unit. Persaingan dari pabrik lain mulai terasa, dua tahun kemudian. Rupanya, sukses Harley-Davidson menjadi inspirasi bagi pabrik lain untuk memulai usaha. Pada 1911, paling tidak muncul sekitar 150 merek motor. Mereka tentu jadi pesaing Harley-Davidson, walaupun tak berat-berat betul. Buktinya, Harley-Davidson tak sulit menambah produksi. Pada 1913, ketika pabrik sudah diperluas, produksi Harley-Davidson hampir mencapai 13.000 unit. Jumlah itu bertambah lagi selama periode 1916 sampai 1918, menjadi sekitar 20.000 unit. Ini terutama karena Pemerintah Amerika Serikat memesan kendaraan roda dua untuk keperluan Perang Dunia I.

SIKAP MENGHADAPI  TANTANGAN

Menaklukan The Great Depression

MEMASUKI 1920-an, Harley-Davidson menjadi pabrik motor terbesar di dunia, dengan jumlah produksi 28.189 unit. Untuk memasarkan produknya itu, Harley-Davidson punya agen di 67 negara. Pada dekade ini, Harley-Davidson memperkenalkan sejumlah inovasi. Kapasitas mesin V dikembangkan menjadi 74 inci kubik (sekitar 1.184 cc). Tangki bensin desain tetes air mata diperkenalkan pada 1925. Pada 1928, motor Harley-Davidson mulai dilengkapi rem depan. Semua prestasi itu cukup menjadi modal Harley-Davidson dalam menghadapi The Great Depression, resesi ekonomi 1933. Walau jumlah produksi menurun sampai 3.700 unit, Harley-Davidson mampu bertahan. Pembuat motor lain yang juga bertahan adalah Indian. Perusahaan ini kemudian menjadi satu-satunya pesaing Harley-Davidson hingga 1950-an.
Ketika depresi selesai, Harley-Davidson langsung tancap gas. Mereka memperkenalkan model EL dengan mesin berkapasitas 976 cc. Model mesin seperti ini populer dengan sebutan Knucklehead. Dengan Knucklehead, Harley-Davidson perlahan bangkit. Pada 1936, jumlah produksi Harley-Davidson mencapai 9.812 unit. Perang Dunia II membawa berkah tersendiri, sekaligus menjadi tonggak sejarah baru bagi Harley-Davidson. Setelah Jepang menyerang Pearl Harbour, seluruh kemampuan produksi Harley-Davidson dialokasikan untuk menghasilkan motor bagi kepentingan pasukan Sekutu. Kebutuhan konsumen sipil ditinggalkan sama sekali. Selama 1941-1945, sekitar 90.000 unit Harley-Davidson seri WML dibuat. Untuk prestasi itu, Harley-Davidson mendapat medali ''E'' dari Angkatan Laut Amerika Serikat. Usai perang, Harley-Davidson kembali membuka keran produksi sipilnya. Eh, ternyata banyak veteran perang yang kepincut performa motor itu, dan ingin mengembalikan romantisme mengendarai Harley-Davidson. Ribuan unit Harley-Davidson, baik produksi sesudah perang maupun model lama, berpindah ke rumah para veteran, cikal bakal penggemar fanatik Harley-Davidson.

Bersaing dengan Indian

PADA 1948, produksi Harley-Davidson menjadi 31.163 unit. Tahun itu, Harley-Davidson kembali memperkenalkan inovasi barunya, yaitu mesin 74 inci kubik yang dilengkapi hydraulic valve lifters dan cylinder head aluminium. Mesin ini disebut The Panhead karena tutup kepala silindernya menyerupai penggorengan terbalik. Memasuki 1950-an, generasi kedua keluarga pendiri mulai menjadi motor penggerak perusahaan itu. Ketika merayakan hari jadi ke-50, Harley-Davidson tinggal sendirian di pasar motor Amerika. Pesaing tradisionalnya, Indian, sudah gulung tikar. Pada 1957, Harley-Davidson memperkenalkan The Sportster, yang disebut-sebut sebagai The Father of Superbikes, biangnya motor besar. Setahun kemudian, Harley-Davidson memperkenalkan Duo Glide, yang menggunakan suspensi belakang hidrolik untuk melengkapi suspensi depan yang menggunakan model garpu.
Berikutnya, pada 1963, Harley-Davidson mengadopsi penggunaan fiberglass ke dalam motor-motornya. Untuk keperluan ini, mereka membeli 60% saham Tomahawk Boat Manufacturing Co, produsen fiberglass di Wisconsin. Tahun 1950-1960 juga ditandai dengan hadirnya komunitas bikers, yang memperkenalkan budaya pengendara motor. Mereka gampang dikenali karena menggunakan jaket kulit, penuh tato, dan berambut panjang. Citra Wild Ones ini diperkenalkan Marlon Brando lewat film berjudul sama. Komunitas resmi Harley-Davidson sendiri baru didirikan pada 1983, dengan nama Harley Owner Group (HOG). Ini menjadi komunitas pemilik Harley-Davidson terbesar yang disokong langsung oleh produsen. Saat ini, jumlah anggota HOG mendekati satu juta orang di seluruh dunia.

Masa Gelap Akibat Merger

Pada 1965, Harley-Davidson masuk bursa. Empat tahun kemudian, American Machine and Foundry (AMF) melakukan merger dengan Harley-Davidson. Namun, masa merger ini dianggap sebagai masa paling gelap dalam sejarah Harley-Davidson. Pasalnya, pada 1970 dan 1980, motor buatan Jepang yang harganya sangat murah memasuki pasar. Ketika Honda, Kawasaki, dan Suzuki masuk pasar Amerika Serikat, pangsa pasar Harley-Davidson turun drastis. Dari semula 80% pada 1969, menjadi 20% sepuluh tahun kemudian. Penurunan pangsa pasar itu membuat gerah sejumlah eksekutif Harley-Davidson. Mereka pun mencari jalan untuk menyelamatkan perusahaan.
Untuk mengembalikan Harley-Davidson ke khitahnya, mereka mengajukan proposal ke Citicorp. Dengan sokongan dana US$ 80 juta dari Citicorp, mereka membeli kembali saham yang dikuasai AMF (Citicorp menjual saham itu ke Heller-Financial Corporation pada 1986). Konsep dan filosofi produksi dan jualan Harley-Davidson pun diperbaiki. Semula, motor Harley-Davidson adalah produk yang terjangkau dan mudah dipakai serta dimodifikasi. Itu diubah dengan menjadikan Harley-Davidson produk mahal dan onderdilnya sulit dicari. Untuk mengganti lampu belakang, misalnya, pemilik motor Harley-Davidson tak bisa cuma membeli batoknya. Tapi harus membeli keseluruhan sepatbornya. Selain Marlon Brando, sejumlah selebriti menjadikan motor Harley-Davidson bagian dari penampilan mereka. Baik di layar lebar, layar kaca, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pada 1956, Elvis Presley, si Raja Rock 'n' Roll, dan sebuah motor Harley-Davidson menjadi sampul majalah Enthusiast.
Pertengahan 1990-an, Arnold Schwarzeneger tampil dengan Harley-Davidson di film Terminator. Aksi Lorenzo Lamas dan Harley-Davidson Softail bertangki bensin kuning dengan lidah api merah dalam film serial Renegade juga menjadi tontonan favorit pada akhir 1990. Aktor Keanu Reeves juga sempat membagikan 12 unit Harley-Davidson, yang total harganya mencapai US$ 200.000, kepada semua pemeran pengganti film Matrix Reloaded. Menurut Reeves, ini merupakan tanda terima kasihnya kepada para stuntman itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar